jump to navigation

Bakso tikus January 2, 2006

Posted by ridho in Komentar.
7 comments
Awal tahun 2006 dikagetkan oleh berita liputan tentang bakso (makanan favoritku) yang mengandung boraks dan daging tikus, apalagi ketika tim investigasi salah satu stasiun TV swasta itu melakukan liputan yang katanya di sebuah daerah di Jawa Barat (saya kan tinggal di Jawa Barat), sempet kepikiran juga sih jangan-jangan kejadiannya di daerah saya tuh. Apesnya lagi, makanan2 yang bermasalah akhir-akhir ini adalah makanan yang saya sukai, seperti tahu, ikan asin, jambal roti (mengandung formalin), ditambah lagi sekarang bakso yang sebagian besar pakai boraks bahkan ada penjual bakso yang ‘kurang ajar’ memakai daging tikus, lalu makanan apa lagi dong yang sekarang ini benar2 bersih? padahal saya makan bakso seminggu minimal 1 kali, tapi dengan adanya berita ini jadi ragu-ragu untuk memakannya, takutnya nanti pas makan bakso ngebayangin tikus,  bisa muntah2 tuh.
Yang kayak gini mau dikonsumsi?
Yang membuat saya tambah kesal lagi, si penjual bakso tikus itu (dalam wawancara di TV), sambil terkekeh-kekeh ngomong kalau dia sendiri tidak berani memakan bakso yang dibuatnya itu, weleh-weleh $#%#$%#??!!!… alasannya katanya jijik. Kalau anda sendiri jijik, apalagi para konsumenmu seandainya mereka tau, lagian, kenapa sih harus daging tikus?
Saya yakin sih, tidak semua penjual bakso pakai boraks atau daging tikus, tapi untuk membedakannya gimana dong, kalau ditanya ke tukang baksonya, pasti mereka akan jawab bahwa baksonya tidak pakai boraks atau daging tikus, itu sih udah pastilah, mana ada penjual yang membuka aibnya sendiri. Atau sebelum kita beli, si tukang baksonya suruh makan dulu baksonya gitu? itusih pelecehan namanya, kesannya ngga percaya amat. Yahhh… yang paling aman sekarang ini sih jangan dulu makan bakso deh, padahal itu makanan favorit. Tapi kasian juga ya mereka, kalau banyak orang yang berpikiran seperti saya ini sekarang, bisa-bisa dagangan bakso mereka kurang laku tuh, padahal mereka termasuk golongan orang yang kurang mampu, serba salah juga.
Untuk kasus seperti ini, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, mau menyalahkan stasiun TV yang memberitakannya, ngga mungkin lah, mereka kan hanya mengungkapkan fakta, yang kayak gini emang harus diungkap biar masyarakat tau yang sebenarnya. Semoga aja para penjual bakso ‘boraks+tikus’ bisa mengambil hikmah dari pemberitaan ini, ke depannya mereka jadi sadar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya, sehingga penikmat2 bakso (seperti saya ini) tidak ragu2 lagi untuk makan bakso.

Formalin oh formalin December 30, 2005

Posted by ridho in Komentar.
add a comment

Akhir-akhir ini marak diberitakan di berbagai media massa tentang adanya beberapa makanan yang mengandung formalin, diantaranya terdapat pada tahu, ikan asin, jambal roti, bakso tanpa merk, mie basah, dll, masyarakat menjadi resah. Bahkan hari ini ada berita (di Detik.com) bahwa para ibu telah memboikot tahu dan ikan asin, sehingga para pedagang tahu dan ikan asin mengeluhkan penurunan omzet penjualan mereka hingga 50%. 

Formalin yang notabene adalah bahan untuk mengawetkan mayat tersebut ternyata oleh beberapa produsen makanan digunakan untuk bahan pengawet makanan yang mereka produksi, dengan dalih agar supaya makanan seperti tahu bisa bertahan lebih lama lagi. Tapi apakah mereka sadar akan tindakan mereka itu? Apakah mereka tidak tahu akibat yang akan terjadi di kemudian hari?. Seorang dokter mengatakan seperti yang saya lihat di salah satu televisi swasta, fomalin akan berakibat fatal di kemudian hari, bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Tanpa bermaksud menyudutkan perbuatan beberapa oknum yang ceroboh itu (saya yakin tidak semua produsen tahu/ikan asin melakukan hal ini), timbul pertanyaan, kenapa harus formalin? Apakah tidak ada bahan lain yang lebih manusiawi? Akibat perbuatan mereka itu bahkan bisa merugikan banyak pihak, bukan hanya para konsumen saja, akan tetapi para pedagang pun (yang tidak tahu menahu) karena mereka hanya menjual saja, ikut dirugikan. 

Terlepas dari semua pemberitaan mengenai masalah ini yang semakin diblowup oleh beberapa media massa, harus dicarikan solusi yang terbaik agar di kemudian hari tidak terjadi lagi. Mungkin yang paling berkompeten dalam hal ini adalah pemerintah (dalam hal ini Departemen Industri), untuk memberikan pengarahan kepada para produsen agar tidak menggunakan formalin lagi, dan tentunya harus dicarikan solusi pengganti bahan tersebut (ini yang terpenting). Setelah diberi pengarahan, langkah berikutnya adalah mengawasi (siapa tahu masih ada yang membandel), dan yang lebih penting lagi adalah pemerintah harus mengumumkan kepada masyarakat umum agar mereka tidak khawatir lagi dan kembali mengkonsumsi tahu, ikan asin dan lainnya dan menjamin bahwa makanan-makanan tersebut tidak lagi mengandung formalin. 

Tentang aliran Lia Eden December 29, 2005

Posted by ridho in Komentar.
4 comments

Kemaren sore nonton berita di salah satu channel tv swasta, ada berita yang lagi-lagi membuat heboh di kalangan masyarakat, karena memang ada hubungannya dengan sebuah keyakinan sekelompok orang terhadap tuhannya. Ya, mereka menamakan komunitasnya sebagai komunitas eden, yang dipimpin oleh Lia Aminudin yang menganggap dirinya sebagai malaikat jibril dan mengangkat anaknya sebagai nabi Isa.

Lha yo kok ada-ada aja pengakuannya itu, gimana ngga bikin orang geleng-geleng kepala atas pengakuannya itu, gimana bisa manusia disamakan dengan malaikat dan nabi, anehnya lagi tingkah laku peribadatan mereka yang saya baca di media massa, selalu aneh-aneh, suatu saat mereka memanjatkan puji2an dengan bernyanyi diiringi oleh alat musik, adakalanya juga mereka mengaji (???) dengan diiringi alat musik, aneh, aneh. Sebenarnya kasus ini sudah lama terjadi dan sudah dinyatakan sesat oleh MUI yang pada saat itu diketuai oleh Bpk. Hasan Basri. Tanpa maksud menyudutkan ajaran itu, saya hanya bisa berharap semoga mereka disadarkan oleh Allah dan kembali ke jalan Allah yang benar.

Syukurlah aparat pada saat itu cepat bertindak dengan melakukan evakuasi terhadap mereka, sehingga tidak sampai terjadi perusakan/penyerbuan oleh masyarakat sekitar seperti yang terjadi di Bogor terhadap jemaat Ahmadiyah, gimana pun juga aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan (melanggar hukum) dan malah akan menambah masalah baru.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.