Bakso tikus January 2, 2006
Posted by ridho in Komentar.7 comments

Formalin oh formalin December 30, 2005
Posted by ridho in Komentar.add a comment
Akhir-akhir ini marak diberitakan di berbagai media massa tentang adanya beberapa makanan yang mengandung formalin, diantaranya terdapat pada tahu, ikan asin, jambal roti, bakso tanpa merk, mie basah, dll, masyarakat menjadi resah. Bahkan hari ini ada berita (di Detik.com) bahwa para ibu telah memboikot tahu dan ikan asin, sehingga para pedagang tahu dan ikan asin mengeluhkan penurunan omzet penjualan mereka hingga 50%.
Formalin yang notabene adalah bahan untuk mengawetkan mayat tersebut ternyata oleh beberapa produsen makanan digunakan untuk bahan pengawet makanan yang mereka produksi, dengan dalih agar supaya makanan seperti tahu bisa bertahan lebih lama lagi. Tapi apakah mereka sadar akan tindakan mereka itu? Apakah mereka tidak tahu akibat yang akan terjadi di kemudian hari?. Seorang dokter mengatakan seperti yang saya lihat di salah satu televisi swasta, fomalin akan berakibat fatal di kemudian hari, bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Tanpa bermaksud menyudutkan perbuatan beberapa oknum yang ceroboh itu (saya yakin tidak semua produsen tahu/ikan asin melakukan hal ini), timbul pertanyaan, kenapa harus formalin? Apakah tidak ada bahan lain yang lebih manusiawi? Akibat perbuatan mereka itu bahkan bisa merugikan banyak pihak, bukan hanya para konsumen saja, akan tetapi para pedagang pun (yang tidak tahu menahu) karena mereka hanya menjual saja, ikut dirugikan.
Terlepas dari semua pemberitaan mengenai masalah ini yang semakin diblowup oleh beberapa media massa, harus dicarikan solusi yang terbaik agar di kemudian hari tidak terjadi lagi. Mungkin yang paling berkompeten dalam hal ini adalah pemerintah (dalam hal ini Departemen Industri), untuk memberikan pengarahan kepada para produsen agar tidak menggunakan formalin lagi, dan tentunya harus dicarikan solusi pengganti bahan tersebut (ini yang terpenting). Setelah diberi pengarahan, langkah berikutnya adalah mengawasi (siapa tahu masih ada yang membandel), dan yang lebih penting lagi adalah pemerintah harus mengumumkan kepada masyarakat umum agar mereka tidak khawatir lagi dan kembali mengkonsumsi tahu, ikan asin dan lainnya dan menjamin bahwa makanan-makanan tersebut tidak lagi mengandung formalin.
Tentang aliran Lia Eden December 29, 2005
Posted by ridho in Komentar.4 comments
Kemaren sore nonton berita di salah satu channel tv swasta, ada berita yang lagi-lagi membuat heboh di kalangan masyarakat, karena memang ada hubungannya dengan sebuah keyakinan sekelompok orang terhadap tuhannya. Ya, mereka menamakan komunitasnya sebagai komunitas eden, yang dipimpin oleh Lia Aminudin yang menganggap dirinya sebagai malaikat jibril dan mengangkat anaknya sebagai nabi Isa.
Lha yo kok ada-ada aja pengakuannya itu, gimana ngga bikin orang geleng-geleng kepala atas pengakuannya itu, gimana bisa manusia disamakan dengan malaikat dan nabi, anehnya lagi tingkah laku peribadatan mereka yang saya baca di media massa, selalu aneh-aneh, suatu saat mereka memanjatkan puji2an dengan bernyanyi diiringi oleh alat musik, adakalanya juga mereka mengaji (???) dengan diiringi alat musik, aneh, aneh. Sebenarnya kasus ini sudah lama terjadi dan sudah dinyatakan sesat oleh MUI yang pada saat itu diketuai oleh Bpk. Hasan Basri. Tanpa maksud menyudutkan ajaran itu, saya hanya bisa berharap semoga mereka disadarkan oleh Allah dan kembali ke jalan Allah yang benar.
Syukurlah aparat pada saat itu cepat bertindak dengan melakukan evakuasi terhadap mereka, sehingga tidak sampai terjadi perusakan/penyerbuan oleh masyarakat sekitar seperti yang terjadi di Bogor terhadap jemaat Ahmadiyah, gimana pun juga aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan (melanggar hukum) dan malah akan menambah masalah baru.